
ZNEWS.ID JAKARTA – Jual beli termasuk salah satu dari dua pekerjaan yang terbaik, sebagaimana riwayat dari Ibnu Umar radliyallahu anhuma:
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْكَسْبِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ (رواه الطبراني)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, ‘Pekerjaan apakah yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua perniagaan yang baik’.” (HR Thabrani)
Bahkan jual beli adalah termasuk 9/10-nya (9 dari 10) sumber rezeki. Namun, apa jadinya jika jual beli itu tidak sesuai dengan aturan fikih muamalah? Tentu akan mendatangkan murka Allah Subhanahu wata’ala dan jauh dari keberkahan.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا، وَالْمَكْرُ وَالْخِدَاعُ فِي النَّارِ.
“Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan, tempatnya di neraka.” (HR Ibnu Hibban)
Bahkan dalam hadis lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ حَرَامٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ (رواه الترمذي)
“Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih berhak atasnya.” (HR Tirmidzi)
Imam Tirmidzi meriwayatkan bahwa khalifah Umar bin al-Khattab Radhiyallahu Anhu pernah menjumpai seorang penjual yang tidak jujur lalu mengeluarkan perintah dengan ucapan beliau:
لَا يَبِعْ فِي سُوقِنَا إِلَّا مَنْ قَدْ تَفَقَّهَ فِي الدِّينِ
“Jangan berjualan di pasar kita ini pedagang yang tidak mengerti dien (muamalat).”
Termasuk berbuat curang dalam jual beli adalah menuliskan nota yang tidak sesuai dengan harga asli dengan harapan mendapat kelebihan. Meskipun pada akhirnya dibagikan ke orang lain, hal tersebut tidaklah dibenarkan.
Jadi, dalam urusan bersedekah, seorang muslim wajib dengan harta yang halal dan baik. Semoga Allah jauhkan kita dari sikap tidak jujur dalam setiap pekerjaan kita, amin. Wallahu a’lam bish-showab. (ddhk.org)
Oleh: Ustaz Very Setiyawan Lc SPdI MH























