
Namun, Fayadh ingin lebih dari itu. Meski dirinya sangat suka dengan edukasi reliji, namun ia juga sadar bahwa kesuksesan secara ekonomi sangat dibutuhkan oleh keluarganya.
Maka itu, ia memiliki cita-cita kelak menjadi seorang pengusaha yang sukses. Di situ gejolak kontra dalam dirinya muncul. Maka, sebelum mencapai itu, ia memiliki target untuk melanjutkan pendidikan di Timur Tengah.
Beruntung, pesantren Daar El Manshur memiliki konsen yang sama. Pihak pesantren sangat mengharapkan para santrinya memiliki jiwa pengusaha serta teknik berwirausaha yang baik.
Maka itu, pihak pesantren tak segan untuk melibatkan para santrinya dalam aktivitas usaha yang dimiliki pesantren. Di antara yang saat ini sudah berjalan adalah peternakan.
Selain pihak ponpes, keinginannya untuk melanjutkan kuliah di Timur Tengah juga sangat didukung oleh umi. Umi tak segan untuk selalu memberikan semangat dan motivasi setiap kali bertemu dengan Fayadh.
Menurut Fayadh, pelajaran untuk bermental wirausaha yang ditangkapnya, utamanya adalah tidak berlaku boros serta selalu berperilaku adil dan jujur dalam menempatkan segala sesuatu.
Hal utama lainnya yaitu daya juang harus tinggi serta mampu berkompetisi dengan baik. Selain itu, saat melakukan sebuah pekerjaan, janganlah suka menunda-nunda untuk menyelesaikannya.



























