Tim Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membantu warga di wilayah Gunungkidul dan Bantul, Yogyakarta mendapatkan air bersih, Selasa dan Rabu, 22 dan 23 Agustus 2023. (Foto: DD Yogyakarta)

Saat kesulitan air, warga juga mengambil di mata air yang jaraknya kurang lebih 600 meter dengan debit air terbatas. Warga Dusun Kalidadap 1 juga mengalami kekeringan dan harus menunggu bantuan droping air datang.

“Di Dusun Kalidadap 1, untuk satu bak penampungan penuh biasanya dimanfaatkan warga hanya cukup untuk tiga hari. Biasanya air dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan ternak. Mayoritas warga Kalidadap 1 beraktivitas sebagai petani dan buruh bangunan harian,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta mencatat ada lebih dari 16 kecamatan di wilayahnya yang mengalami krisis air bersih.

Tim Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membantu warga di wilayah Gunungkidul dan Bantul, Yogyakarta mendapatkan air bersih, Selasa dan Rabu, 22 dan 23 Agustus 2023. (Foto: DD Yogyakarta)

Kecamatan tersebut terdebar di Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Hal ini disinyalir sebagai dampak dari musim kemarau panjang yang masih berlangsung.

Beberapa kecamatan terdampak krisis air bersih di Gunungkidul itu di antaranya Saptosari, Semanu, Ngawen, Panggang, Paliyan, Tepus, dan Rongkop. Sedangkan di Kabupaten Bantul, beberapa kecamatan terdampak krisis air bersih, di antaranya Pundong dan Imogiri.

Oleh: Dhika Prabowo

LEAVE A REPLY