
ZNEWS.ID JAKARTA – Gemuk sering dianggap memiliki banyak penyakit. Namun, pada kenyataannya orang kurus juga berpotensi memiliki kolesterol tinggi.
Manager Medical Underwriter Sequis, dokter Fridolin Seto Pandu, mengatakan bahwa gemuk atau kurus tidak bisa dijadikan patokan bebas dari kolesterol. Karena, yang disebut kolesterol tinggi adalah ketidakseimbangan antara kolesterol baik dan kolesterol jahat.
“Penyakit ini disebut dislipidemia dan lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat,” ujar Fridolin dalam keterangan resminya, dikutip dari Antara, Jumat (19/3/2021).
Dislipidemia atau kelainan metabolisme lemak ditandai dengan peningkatan atau penurunan jenis lemak dalam plasma darah. Kelainan jenis lemak yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (low-density lipoprotein), Trigliserida, dan penurunan kadar kolesterol HDL (high-density lipoprotein).
Sayangnya, hal ini sering tidak menunjukkan gejala, terlebih bila postur seseorang terlihat kurus dan proporsional. Sehingga, lebih sulit mendeteksi dini seandainya tidak rutin melakukan pemeriksaan.
Adapun LDL adalah kolesterol yang dapat menumpuk di pembuluh darah sehingga membuat saluran pembuluh darah menyempit. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke.
Kadar tinggi LDL dapat diwaspadai dengan memonitor ambang batasnya: normal/optimal <100 mg/DL, mendekati optimal 100 – 129mg/DL, batas tinggi 130 – 159mg/DL, tinggi 160 – 189mg/DL, dan sangat tinggi >190 mg/DL.


























