ZNEWS.ID JAKARTA – Masih banyak perempuan yang belum menyadari bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian pada wanita. Risiko ini meningkat secara signifikan terutama setelah masa menopause.
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), sebuah lembaga di bawah Departemen Kesehatan Amerika Serikat, sekitar 80 persen perempuan berusia 40 hingga 60 tahun memiliki lebih dari satu faktor risiko penyakit jantung. Sebagian besar hal ini berkaitan dengan perubahan hormon dalam tubuh wanita.
Dikutip dari Hindustan Times, seorang ahli jantung bernama Dr. Dimitry Yaranov, MD mengungkapkan bahwa banyak perempuan tidak mengenali gejala serangan jantung karena tanda-tandanya berbeda dari yang umum terjadi pada pria.
Berikut ini delapan fakta penting yang perlu diketahui oleh perempuan tentang menjaga kesehatan jantung:
- Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu pada perempuan, namun masih banyak yang beranggapan bahwa ini adalah penyakit khas pria.
- Gejala serangan jantung pada wanita bisa berbeda, seperti mual, lelah berlebihan, pusing, atau sesak napas, sehingga sering salah diagnosa karena tidak disertai nyeri dada seperti pada pria.
- Risiko kematian akibat serangan jantung lebih tinggi pada wanita, terutama dalam satu tahun setelah serangan pertama karena gejalanya kerap diabaikan.
- Plak di arteri wanita terbentuk dengan cara berbeda, sehingga metode pemeriksaan standar yang biasa digunakan untuk pria bisa saja tidak akurat jika diterapkan pada wanita.
- Faktor emosional seperti stres, kecemasan, dan depresi turut memengaruhi kesehatan jantung wanita, tetapi sering kali tidak diperhatikan.
- Risiko penyakit jantung meningkat tajam setelah menopause, karena turunnya kadar hormon estrogen yang sebelumnya berperan melindungi jantung dari tekanan darah tinggi dan kolesterol.
- Wanita lebih jarang mendapatkan perawatan penyelamatan jiwa, seperti pemasangan ring (stent) atau CPR, dibandingkan pria, meskipun memiliki kebutuhan yang sama.
- Penyakit jantung bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan peka terhadap kondisi tubuh.




























