
ZNEWS.ID BOGOR – Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversity atau keanekaragaman hayati kedua terbesar di dunia. Hal ini menjadi alasan utama mengapa keanekaragaman hayati Indonesia adalah aset jangka panjang yang perlu terus dipelajari, dikaji, dan diteliti. Dalam, menjawab isu global pemanfaatan keanekaragaman hayati dari hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme menjadi bioproduk untuk kesejahteraan manusia.
Diskursus-diskursus tersebut menjadi dialektika yang terus bergulir bagi para peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang akan menghelatnya dalam rangkaian kegiatan Indonesia Science Expo (ISE) 2020 pada forum 7th International Symposium of Innovative Bioproduction Indonesia on Biotechnology and Bioengineering (ISIBIO), pada 18-20 November 2020 mendatang.
Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Wulansih Dwi Astuti, menerangkan bahwa biodiversitas merupakan keseluruhan gen, spesies, dan ekosistem, yang ada di suatu kawasan. Termasuk keanekaragaman genetik yang dikandungnya dan keanekaragaman ekosistem yang dibentuknya.
“Dalam keanekaragaman hayati ada beberapa tingkatan, yang pertama adalah keanekaragaman spesies yaitu semua spesies makhluk hidup di bumi termasuk bakteri dan protista, serta spesies dari kingdom bersel banyak,” tutur Wulan, mengawali paparannya pada Science Webinar Talk to Scientist dengan tema “Biodiversitas untuk Kesejahteraan Manusia”, Jumat (13/11/2020), dan merupakan teaser acara ISIBIO (18-20/11/2020) yang akan dilaksanakan secara virtual.
Kedua, lanjut Wulan, keanekaragaman genetik, yaitu variasi genetik dalam satu spesies, baik di antara populasi yang terpisah secara geografis, maupun di antara individu dalam satu populasi. Kemudian, yang ketiga adalah keanekaragaman ekosistem, yaitu komunitas biologi yang berbeda serta asosiasinya dengan lingkungan fisik ekosistem masing-masing.
Indonesia disebut negara mega biodiversity karena tingginya tingkat keanekaragaman hayati yang dimiliki. Hal ini terjadi karena terletak di daerah tropis dengan posisi geografis tepat di garis khatulistiwa.
Dan, posisi geologisnya yang merupakan pertemuan lempeng tektonik sehingga menghasilkan banyak mineral. Karena kondisi tersebut, Indonesia dapat menghasilkan variasi genetik yang sangat melimpah, baik dari tumbuhan, hewan dan mikroorganisme.





























