Ilustrasi gigi berlubang bisa tingkatkan risiko penyakit jantung. (Foto: Ist)

Menurut Ario, orang yang memiliki permasalahan gigi berlubang berisiko terkena penyakit jantung hingga tiga kali lebih tinggi.

Menurut studi Longitudinal selama 9,5 tahun terhadap 247.696 orang dewasa di Korea, menemukan bahwa dengan menyikat gigi lebih dari satu kali sehari maka risiko terkena serangan kardiovaskular cenderung 9 persen lebih rendah.

“Ada hubungan gigi dan mulut dengan kesehatan jantung kita. Apabila ada kuman masuk ke aliran darah, kemudian kuman tersebut yang cukup ganas menempel pada bagian-bagian tertentu dari jantung di mana pada akhirnya akan tumbuh dan merusak jaringan jantung tersebut,” ujar Ario.

Penyakit jantung yang terkait dengan gigi berlubang adalah endokarditis, yang merupakan keadaan di mana terjadinya proses radang akibat infeksi pada lapisan dalam dari jantung (endokardium).

Endokarditis umumnya ditimbulkan oleh kuman yang masuk ke dalam tubuh, ke dalam sirkulasi darah dan menempel ke jantung.

“Sumber kuman ini bisa dari mana saja, salah satu pintu utamanya adalah dari mulut, bahkan 1/3 dari kasus endokarditis yang berasal dari rongga mulut ini angkanya cukup besar. Meski demikian ada juga sumber infeksi lainnya yang apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan endokarditis ini,” kata Ario.

Endokarditis bisa menyerang siapa saja, namun yang paling berisiko adalah penderita defek jantung, penyakit jantung katup dengan gangguan fungsi signifikan, katup jantung buatan, gagal ginjal kronis, alat infus pada pembuluh darah yang dipasang dalam jangka waktu lama, lemahnya sistem kekebalan tubuh serta masalah pada gigi dan mulut.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY