Lewat penandatangan MoU ini, secara tegas pemerintah menyatakan tak ada lagi uji klinis vaksin Nusantara yang berplatform sel dendritik.

Riset di RSPAD Gatot Subroto terkait sel dendritik hanya bisa dilihat sebagai peneltian terapan. Hasilnya tidak bisa disebut vaksin.

Dengan demikian, uji klinis vaksin Nusantara praktis berakhir.

Vaksin Nusantara sendiri merupakan diinisiasi oleh Letjen Profesor Dr dr Terawan Agus Putranto saat ia menjabat Menteri Kesehatan pada 2020.

Berbeda dari vaksin biasa, yang digagas dokter Terawan ini vaksin berplatform sel dendritik. Program tersebut di luar kegiatan pengembangan vaksin Merah Putih, yang dilakukan oleh konsorsium sejumlah lembaga penelitian dan perguruan tinggi di bawah koordinasi Kementerian Riset/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

 

Editor: Dhany

LEAVE A REPLY