
ZNEWS.ID, JAKARTA – Di saat-saat akhir masa jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan pemerintahnya berencana menetapkan kelompok pemberontak Houthi Yaman sebagai organisasi teroris.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengatakan langkah ini telah diperkirakan sebagai salah satu kemungkinan tindakan yang diambil Departemen Luar Negeri AS dalam hari-hari terakhir masa pemerintahan presiden Donald Trump, di tengah-tengah meningkatnya tekanan terhadap Iran. Penetapan ini akan mulai berlaku pada 19 Januari 2021.
Dalam suatu pernyataan, Pompeo mengatakan penetapan terhadap kelompok Houthi dukungan Iran dan tiga pemimpinnya dimaksudkan untuk menuntut pertanggungjawaban mereka atas berbagai tindakan seperti “serangan melintas batas yang mengancam populasi sipil, infrastruktur dan pelayaran komersial.”
Pompeo juga mengatakan niat itu akan membantu memajukan upaya-upaya untuk mengakhiri konflik di Yaman yang dimulai pada akhir 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Yaman. Konflik berlanjut pada awal 2015 dengan dimulainya kampanye koalisi pimpinan Arab Saudi untuk menyingkirkan pemberontak dan menempatkan kembali pemerintah Yaman yang diakui internasional.
Langkah tersebut dikhawatirkan justru akan dapat mengganggu upaya perdamaian. Selain itu, juga menghambat pengiriman bantuan penyelamat jiwa di Yaman yang tingkat kelaparan di sana kian meningkat.
Pompeo mengatakan Amerika Serikat berencana untuk menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi efek penunjukan teroris pada aktivitas kemanusiaan dan impor tertentu, seperti makanan dan obat-obatan ke Yaman.
Perang yang berlangsung lebih dari lima tahun telah menyebabkan 80 persen warga Yaman bergantung pada bantuan. Bahkan, jutaan orang berada di ambang kelaparan.





























