Ilustrasi berkebun. (Foto: gemmill.com.au)

Peneliti di bidang neuropsikologi itu menyebutkan, endorfin diproduksi tubuh ketika seseorang melakukan hal yang disukai. Dengan demikian, menjalani hobi bisa memicu produksi hormon endorfin.

Yang kedua hormon dopamin, yang diproduksi ketika seseorang mendapatkan apa yang  direncanakan.

Galang, Wakil Dekan 1 Fakultas Psikologi UGM, itu menjelaskan kerja kedua hormon tersebut terkait dengan hobi yang dijalani untuk mencapai tujuan tertentu, semisal bisnis.

Bila kesibukan seseorang tidak memungkinkan untuk menjalani hobi yang menguras waktu, bisa melakukan hobi ringan yang dapat dikerjakan di sekitar rumah, misalnya, berkebun, bercengkerama dengan binatang peliharaan, bermain musik, hingga menulis. Hobi memasak juga mampu menghadirkan kesenangan.

Selain hobi yang sudah lazim dilakukan banyak orang tersebut, di kala libur, luangkan waktu barang sehari, misalnya, dengan bertualang tipis-tipis, bukan bertualang “berat” yang membutuhkan waktu lama dan menguras tenaga dan pikiran.

Berikut adalah deretan hobi yang patut dicoba untuk melakukan terapi hati.

Petualangan Ringan

Ilustrasi berpetualang ringan. (Foto: Instagram.com/@ridwankamil)

Tidak perlu pergi sejauh mungkin dan menghilang dari tempat tinggal hanya untuk menyembuhkan kekecewaan hati. Bila Presiden Jokowi memiliki aktivitas yang disebut blusukan, maka petualangan ringan arau tipis-tipis ini bisa dinamai mblangsak atau dalam terjemahan bebasnya adalah bepergian tanpa rencana, arah, dan tujuan.

Berbeda dengan pergi yang terencana dan jelas mau ke mana, mblangsak ini akan menimbulkan sensasi tersendiri karena pelaku akan memperoleh banyak kejutan selama perjalanan.

Teknisnya seperti ini. Siapkanlah sepeda motor sehat untuk digunakan pada medan setengah offroad. Jangan gunakan mobil karena menyetir kendaraan roda empat artinya hanya akan menyusuri jalan besar. Itu terlalu biasa.

LEAVE A REPLY