Ilustrasi anak perempuan depresi. (Foto: Pexels.com/Pixabay)

Sehat Jiwa dari Rumah

Terkait temuan masalah psikologis, khususnya pada anak selama pandemi ini, Rohika mengatakan bahwa peran keluarga dalam pengasuhan anak menjadi hal penting. Dia menekankan pengasuhan berbalut “CINTA” untuk membangun kesehatan jiwa anak terutama di masa pandemi.

“CINTA” ini yakni, ciptakan iklim positif di rumah, ingat dan menerapkan peran sebagai sahabat anak, niatkan untuk menjadi keluarga, temui layanan bantuan jika mengalami kendala, dan aplikasikan protokol kesehatan keluarga.

“Membangun kelekatan, kesejahteraan dengan baik secara menetap, dan berkelanjutan. Ini penting dalam menguatkan kesehatan jiwa pada anak. Inilah namanya pengasuhan berbasis hak anak,” ujarnya, dalam webinar “Sehat Jiwa untuk Semua”, Sabtu (17/10/2020).

Kemudian, untuk menjadikan anak sebagai sahabat orang tua, Kemen PPPA, kata Rohika, merekomendasikan 9M. Yakni, memberi pujian dan apresiasi pada anak, orang tua menjadi pendamping yang baik dalam belajar anak, menjadi pendengar yang baik, menghargai waktu privasi anak, menyakinkan anak bahwa Anda peduli dan ada saat mereka butuhkan.

Lalu, mengajak anak berpendapat dan berdiskusi, membangkitkan rasa percaya diri dengan memberi tanggung jawab, serta mendukung anak untuk menjadi inspirasi dan panutan.

Untuk mewujudkan ini, co-founder Sehat Jiwa, Nur Ihsanti Amalia, berpendapat bahwa keluarga termasuk orang tua perlu paham kondisi kesehatan jiwa para anggota keluarga mereka. Pemberian edukasi dari para pakar kesehatan, misalnya melalui sesi bincang-bincang bisa menjadi salah satu caranya.

“Oke, anak sudah dapatkan edukasi tentang kesehatan jiwa, orang tuanya juga perlu. Gimana, sih, mengendalikan stres, misalnya. Di sisi lain, orang tua dan anak diberi kesempatan saling sharing, supaya orang tua tahu apa yang dialami anak,” kata dia.

LEAVE A REPLY