
Terhitung, akibat peristiwa karhutla yang dekat dengan SMAN 4 Sungai Raya, mereka harus memasuki aktivitas belajar mengajar secara daring, Senin (21/8/2023) sampai dengan Rabu (23/8/2023). Kamisnya, sekolah menetapkan siswa bisa masuk seperti biasa.
Iskandar mengatakan, untuk pemadaman skala kecil, pihaknya sudah memiliki selang atau alat untuk pemadaman. Tempo hari, selang mereka digunakan untuk memadamkan kebakaran yang ada di sekitar sekolah oleh relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Namun, ancaman dan risiko yang ditanggung pihak sekolah tetaplah besar. Mengingat, api bisa menjalar dengan cepat tanpa pandang bulu dan mengingat waktu. Bisa jadi, api menjalar di waktu siswa-siswi tengah asyik belajar.
Terhitung, SMAN 4 Sungai Raya telah berdiri selama 10 tahun. Tahun pertama, sekolah ini berada di wilayah lain, namun memasuki tahun kedua hingga saat ini, mereka menetap di Desa Arang Limbung yang dikelilingi lahan gambut yang berpotensi bencana karhutla.

Atas dasar itu, DMC dan Respons Darurat Kesehatan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (RDK LKC) Dompet Dhuafa turut membantu aksi pemadaman api dan membuka layanan medis di SMAN 4 Sungai Raya. Layanan medis ini diperuntukan bagi relawan pemadaman, siswa-siswi, jajaran guru, staf, hingga masyarakat setempat yang berada di lingkungan sekitar.
Kemudian, DMC dan RDK LKC Dompet Dhuafa menyiapkan ruang Safe School. Prinsip kerja Safe School adalah menyaring udara tercemar yang masuk ke dalam kelas, melakukan sirkulasi, menjernihkan dan menyegarkan udara dalam kelas serta mengalirkan udara ke luar kelas.
Ikhtiar kebaikan ini diharapkan mampu meringankan beban dan mendorong pihak lain agar lebih menaruh perhatian kepada penyintas atau masyarakat yang terancam akibat asap maupun api dari karhutla. (DMC DD/AFP)





























