
Adalah pancaran semangat bangsa Indonesia kala itu, bersumber dari sanubari rakyat yang menghendaki kebebasan sebuah bangsa dari penindasan.
Dan, pertama serta utama bagi umat muslim Indonesia kala itu, spirit proklamasi dimaknai sebagai kemerdekaan seorang manusia dari penghambaan kepada manusia lain menuju penghambaan manusia kepada Allah semata.
Jika kita tadaburi dua peristiwa sejarah di atas bisa kita peroleh bahwa Ramadhan menjadi titik balik yang mengubah situasi sejarah kala itu. Ramadan menjadi energi yang membawa manusia yang hidup pada zaman itu untuk melakukan loncatan perubahan.
Mereka tidak melihat Ramadan sebagai hambatan yang membuat mereka lesu bahkan mengendurkan perjuangan. Ramadan sejatinya menjadi sumber kekuatan bagi manusia kala itu untuk meningkatkan kerja keras, keberanian, dan kepasrahan yang mutlak pada Allah.
Berbekal dengan kerja keras yang tiada putus dan keyakinan yang akhirnya Allah rida terhadap mereka untuk menjemput kemenangan yang lama dinantikan.
Sebagai penutup, Allah telah menganugerahkan banyak kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri maupun amal baik selama Ramadhan. Mari kita menjemput kemenangan dengan versi kita masing-masing. Kemenangan dalam hal ibadah, kemenangan dalam hal akademik, dan hal lain.
Mari jadikan Ramadan sebagai momentum kemenangan diri kita dalam mengalahkan sisi buruk kita di masa lalu dengan konsisten melakukan introspeksi diri, serta menambah catatan amal baik dengan ilmu dan iman yang mendalam.



























