
Sementara, Juperta Panji Utama mengisahkan perjalanan Dompet Dhuafa. Bermula sebagai gerakan filantropi Islam, sumber pemasukan Dompet Dhuafa berasal dari empat pendirinya, di mana saat itu masih berstatus mahasiswa.
Berdiri pada 2 Juli 1993, Dompet Dhuafa berkonsentrasi pada lima ‘lingkaran setan’ yang menjerat masyarakat yakni spiritual agama, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan nilai budaya.
“Dompet Dhuafa menjadi pionir organisasi nirlaba di Indonesia yang mengangkat martabat dan mendedikasikan kemanusiaan untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta dana sosial lain yang halal bersumber dari perorangan, kelompok komunitas, institusi, dan perusahaan,” jelas Panji.
Dompet Dhuafa mengadakan Sekolah Dai Pemberdaya Batch 8 di bawah Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) selama 30 hari di Wisma Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dengan kombinasi materi di ruang kelas dan praktek di lapangan, 20 peserta yang telah lolos seleksi dari berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dakwah transformatif Dompet Dhuafa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan dakwah rahmatan lil ‘alamin sesuai core values Dompet Dhuafa. (Cordofa)



























