
ZNEWS.ID TANGSEL – Dompet Dhuafa menyelenggarakan Stadium General yang merupakan salah satu agenda Sekolah Dai Pemberdaya Batch 8 Dompet Dhuafa di Auditorium Syahida Inn, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Rabu (2/11/2022).
Hadir sebagai narasumber Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Zayadi, Direktorat Penanggulangan Radikalisme Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) Moch Syarif Hidayatullah, dan General Manager Layanan Sosial Dompet Dhuafa Juperta Panji Utama.
Ahmad Zayadi yang mengulas topik mengenai radikalisme dan masalah keumatan mengapresiasi kehadiran Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi di Tanah Air.
Menurutnya, Dompet Dhuafa senantiasa berperan aktif dalam mengentaskan berbagai problematika di masyarakat sepanjang tiga dekade. Ia juga berpesan agar masjid dan lembaga pendidikan difungsikan menjadi basis ekonomi umat.
“Tugas pertama seorang dai menyampaikan pentingnya kehidupan bermuamalah. Potensi apa yang bisa kita gunakan, sehingga tugas sebagai muharrik (penggerak) bisa kita maksimalkan. Dompet Dhuafa punya pengalaman yang luar biasa terutama dalam memaksimalkan filantropi Islam,” katanya.
Membedah isu terorisme, Moch Syarif Hidayatullah mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sedikitnya 460 narapidana teroris (napiter) tersebar di 65 lembaga pemasyarakatan (lapas).
Eks dai ambasador Dompet Dhuafa itu menjelaskan, motivasi mereka dalam melancarkan aksi terornya akibat kekeliruan memahami agama.
“Ke depan, kita sebagai dai harus adaptif melihat perkembangan yang terjadi di masyarakat. Amal jama’i-nya kita kuatkan. Kualitas umat itu ditentukan dari kualitas dai, cara kita menyampaikan dakwah ini yang penting. Kita harus semangat belajar,” ucapnya.


























