Ilustrasi Pengembangan Produk Alam sebagai Bahan Baku Obat. (Foto: LIPI)

Hanafi mengungkapkan, kondisi Indonesia saat ini sebagai pusat mega biodiversitas nomor dua, namun lebih dari 95% bahan baku dan obat-obatan masih impor. Proses penemuan dan pengembangan obat baru juga memakan waktu lama, rumit, biaya tinggi, risiko tinggi, serta tergantung pada keahlian dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan manajerial kelompok riset.

“Tantangan ini membutuhkan target yang fokus, kolaborasi, dan strategi untuk modifikasi struktural senyawa penuntun dari tanaman alam Indonesia sebagai sumber bahan baku untuk kandidat obat,” sambung Hanafi yang juga seorang Profesor Riset dan peneliti senior bidang kimia organik dan farmasi serta peraih Habibie Prize pada bidang ilmu dasar tahun 2021.

Hanafi juga menerangkan langkah-langkah penemuan obat-obatan baru dari produk alami, di antaranya pertama, penapisan senyawa aktif alami untuk aktivitas biologis bersumber dari tanaman, mikroba, biota darat dan laut. Kedua, isolasi dan pemurnian senyawa aktif. Ketiga, penentuan elusidasi struktur kimia dengan menggunakan instrument NMR, FT-IR, LC-MSMS.

Keempat, hubungan struktur-aktivitas (SAR) untuk identifikasi farmakofor dan kelima optimasi senyawa turunan/analog (API/Active   Pharmaceutical Ingredients) dengan meningkatkan aktivitas, mengurangi efek samping, mudah disintesis, dan peningkatan rendemen produk.

Dia menambahkan, obat produk alami dari National Cancer Institute (NCI)-NIH USA tahun 1960-1980 telah dilakukan penelitian dengan melakukan skrining dari 2.000 tanaman untuk mencari obat anti kanker tetapi sayangnya tidak berhasil.

“Dilanjutkan dengan skrining menggunakan 35.000 tanaman dan akhirnya berhasil menemukan obat antikanker taxol dan campotechin,” katanya.

Hanafi menjelaskan bahwa senyawa penuntun bersumber dari produk bahan alam berpotensi untuk dilakukan pengembangan obat baru, di mana senyawa yang diisolasi dilanjutkan dengan proses modifikasi struktur untuk mengoptimalkan aktivitas, dengan cara mengubah substituen, penyederhanaan struktur, dan hybrid.

LEAVE A REPLY