
ZNEWS.ID JAKARTA – Peneliti bidang teknik material, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rike Yudianti, berhasil mengembangkan penelitian terkait nanokomposit berbasis nanoselulosa dan nanokarbon sebagai material fungsional.
Penelitian ini dilakukan Rike didasarkan pada keprihatinannya atas permasalahan lingkungan dan keterbatasan sumber energi yang menjadi isu strategis akhir-akhir ini.
Permasalahan lingkungan menjadi perhatian serius di kalangan nasional dan internasional. Salah satu isu lingkungan yang banyak diperbincangkan di Indonesia adalah melimpahnya sampah plastik yang jumlahnya mencapai 64 juta ton per tahun, dan sebanyak 3,2 juta ton dibuang ke laut, sementara yang 85 ribu ton dibuang di daratan.
Isu sampah plastik ini akan terus berlanjut apabila tidak ada perubahan berupa kepedulian manusia sebagai penduduk bumi terhadap permasalahan sampah plastik. Salah satu bentuk kepedulian tersebut dapat berupa pemanfaatan barang-barang yang ramah lingkungan dalam menunjang kebutuhan hidup sehari-hari.
Permasalahan lainnya yang tak kalah pentingnya adalah keterbatasan sumber energi fosil sebagai sumber energi listrik. Bahkan diprediksi pada 2033 total produksi energi dalam negeri tidak mampu mencukupi kebutuhan domestik.
Rike menjelaskan bahwa nanokomposit menjadi material yang banyak diminati. Nanokomposit merupakan material alternatif sebagai solusi yang mempunyai potensi besar sebagai material fungsional.
“Nanokomposit berbasis nanoselulosa banyak diminati karena merupakan bahan baku yang dapat diperbaharui, ramah lingkungan, kuat, dan ringan,” kata Rike, dikutip dari laman resmi BRIN.




























