Kelompok Orkestra G20 menampilkan pagelaran musik orkestra G20 di Taman Aksobya, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (12/9/2022). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)

Orkestra tersebut juga bertujuan mengajak masyarakat untuk mengenal musik klasik yang masih relevan dari tahun ke tahun.

Belajar musik adalah juga tentang belajar sejarah. Dokumentasi ini bisa dipelajari dan membuat  lebih menyadari tentang apa yang perlu dilakukan di masa depan.

Orkestra G20 juga menjadi ajang pertunjukan musik klasik yang mempromosikan konsep kolaborasi dan kesetaraan gender di dunia seni.

Orkestra ini tidak boleh biasa saja, harus membuat gebrakan dan sesuatu yang baru. Misalnya saja gender equality, dimana dunia musik klasik ini dinilai masih ‘sangat laki’, sehingga dilibatkan pula musisi wanita di dalamnya.

Menurut komposer dan pianis Indonesia itu, target kesetaraan gender dalam orkestra itu untuk mencapai keterlibatan yang seimbang antara perempuan dan laki-laki juga relatif tercapai, dengan partisipasi 26 musisi wanita dan 34 musisi pria.

Orkestra musik klasik di Candi Borobudur yang menampilkan sejumlah musisi terbaik dunia itu juga akan melibatkan banyak talenta muda.

“Karena kami ingin berinovasi, kami membutuhkan anak-anak muda untuk terlibat dalam penyelenggaraan acara ini,” katanya.

LEAVE A REPLY