Pedemo Myanmar menutup jalan dengan kendaraan yang mereka kelilingi sebagai bentuk protes melawan kudeta. Demo Myanmar di Yangon semakin membesar pada Senin (22/2/2021). (AFP PHOTO/YE AUNG THU)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dunia tengah menaruh perhatian kepada Myanmar. Pengambilalihan kekuasaan dan penahanan Presiden Myanmar dan tokoh-tokoh dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) oleh Militer terjadi pada awal Februari lalu.

Rakyat Myanmar turun ke jalan untuk menolak pengambilalihan kekuasaan tersebut dan melakukan pembangkangan sosial (civil disobedience movement). Beberapa korban jiwa telah berjatuhan.

Menyikapi hal tersebut, lembaga-lembaga kemanusiaan di Asia Tenggara yang tergabung dalam Southeast Asia Humanitarian Committee (SEAHUM) menyerukan semua pihak di Myanmar untuk tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, dialog dan perdamaian.

“Lembaga-lembaga kemanusiaan anggota SEAHUM banyak membangun sekolah dan pasar serta melakukan kegiatan sosial di Myanmar,” ungkap Kamarul Zaman, Presiden SEAHUM, yang juga merupakan Presiden Malaysia Humanitarian Care (MyCARE).

Wakil Presiden SEAHUM, Murni Alit Baginda, yang juga merupakan Chief Program Officer Rumah Zakat dalam keterangannya (Jumat, 26/02/2021), mengatakan bahwa pihaknya ingin mendorong semua pihak di Myanmar untuk melindungi proses demokratisasi berdasarkan konstitusi Myanmar.

“Selain itu, kami meminta semua pihak untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan rakyat dan relawan kemanusiaan. Baik warga lokal maupun asing,” katanya.

Hal itu disampaikan SEAHUM dalam konferensi persnya terkait pernyataan sikap bersama lembaga-lembaga kemanusiaan Asia Tenggara. Berikut pernyataan sikap lengkap SEAHUM:

LEAVE A REPLY