Petugas memasang BTS 4G di wilayah Maluku dan Papua. (Foto: ANTARA/HO-Telkomsel Maluku-Papua)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pemerintah, melalui Badan Aksesibilitas Telekomunkasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, telah meneken kontrak untuk proyek penyediaan jaringan telekomunikasi dalam upaya percepatan pemerataan jaringan 4G.

Penandatangan kontak payung antara BAKTI dan para mitra penyedia terpilih itu merupakan bagian dari proyek penyediaan jaringan telekomunikasi 4G di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, mengatakan bahwa penandatangan kontrak payung Paket 3, Paket 4, dan Paket 5 dilakukan dengan menggunakan teknologi hologram dari lokasi masing-masing. Penandatangan juga disaksikan Presiden Joko Widodo dari Istana Negara.

“Proyek tersebut terdiri dari pembangunan BTS di 4.200 desa dan kelurahan pada tahun 2021, serta 3.704 desa/kelurahan pada tahun 2022,” jelas Johnny dalam siaran pers, dikutip Minggu (28/2/2021).

Melaporkan perkembangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi kepada Presiden Jokowi, Johnny menyatakan bahwa jumlah sisa BTS tersebut melengkapi seluruh desa dan kelurahan wilayah 3T dengan sinyal internet 4G.

“Penyelenggaraan proyek ini terdiri dari lima paket kontrak payung untuk tahun anggaran tahun 2021 sampai dengan 2024. Yang terdiri dari unsur capital expenditure dan operational expenditure seluruhnya sejumlah Rp28,3 triliun, yang akan didanai pada setiap tahun anggaran dari komponen Universal Service Obligation (USO),” katanya.

Selain dana yang berasal dari USO, menurut Menteri Kominfo, sebagian dana lainnya berasal dari alokasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Kominfo dan Rupiah Murni (RM).

LEAVE A REPLY