
Peneliti Ahli Muda PRTDRAN, Wibisono, menyebutkan beberapa aplikasi teknologi deteksi radiasi dalam bidang industri, yaitu pemeriksaan Gamma Scan untuk mendeteksi adanya crack (retakan) pada pipa industri.
Sedangkan Gamma Column Scanning diaplikasikan untuk pipa dengan ukuran hingga 50 meter. Kemudian metode Gamma Tomografi untuk memeriksa distribusi densitas material kerak didalam pipa.
Serta, pemeriksaan level sludge tangki untuk memeriksa profil level endapan untuk menghitung volume kerja pada saat cleaning tangki.
Menurut Wibisono, aplikasi teknologi deteksi radiasi dalam bidang industri dengan metode Non Destructive Test memiliki keuntungan, yaitu dapat dilakukan tanpa menghentikan proses produksi, real-time, dan in-situ.
Juga, dapat diperoleh lokalisasi kerusakan sehingga mempercepat penanganan, serta efektif dan efisiennya penyiapan tenaga kerja, kualitas dan kuantitas spare part.
Wibisono berharap, pengaplikasian teknologi deteksi radiasi nuklir bidang industri dan pertambangan ini dapat terus berkembang dan makin pesat, sehingga memberikan efek memajukan dunia industri nasional.
“Dengan kasus-kasus yang ada di industri, saya berharap, PRTDRAN dapat menjadi ‘rumah sakit industri’ yang bisa men-deliver teknologi dan kepakaran, yang bisa membantu malfungsi atau inspeksi apabila terjadi proses abnormal di industri”, ujarnya.
Plt. Kepala ORTN BRIN, Rohadi Awaludin, dalam kesempatan terpisah menekankan bahwa berbagai teknologi deteksi radiasi untuk aplikasi industri dan pertambangan merupakan bagian dari kontribusi iptek nuklir.
“Hal ini merupakan bagian dari kontribusi iptek nuklir dalam turut membangun industri dan pertambangan Indonesia yang tangguh, maju dan kompetitif,” tuturnya.





























