Ilustrasi stunting. (Foto: bumrungrad.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Upaya mencegah stunting atau kondisi kurang gizi kronis yang ditandai tinggi badan tidak normal pada anak, bisa dimulai sejak perempuan atau calon ibu berusia remaja. Bukan hanya sejak anak berusia 1.000 hari pertama.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI), Prof Purnawan Junadi, mengatakan bahwa para perempuan yang nantinya manjadi calon ibu juga sebelumnya harus cukup asupan gizinya, termasuk zat besi. Agar, tidak terkena anemia pada masa remaja hingga saatnya mereka hamil dan melahirkan anak.

“Kalau mau mencegah stunting, mulai dari sebelum hamil. Sekarang harusnya jadi primer,” ujar Purnawan dalam diskusi media via daring tentang kemitraan multisektor dalam upaya penurunan stunting di Indonesia, Rabu, (21/10/2020).

Saat seorang ibu hamil, kata Purnawan, konsumsi tablet tambah darah (TTD) bagi mereka yang anemia dan pemeriksaan kadar hemoglobin atau Hb, juga diperlukan untuk memastikan mereka tidak mengalami anemia selama hamil. Ibu hamil anemia bisa berisiko membuat dia melahirkan bayi stunting atau gagal tumbuh karena kurang gizi kronis.

Usai ibu melahirkan, bayi perlu mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, bersamaan dengan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal. Lalu, asupan MPASI atau makanan pendamping ASI yang bergizi di usia 18 bulan dan stimulasi psikososial di 36 bulan berikutnya. Di sisi lain, akses air bersih lalu sanitasi yang sehat juga turut menjadi perhatian.

“Seribu hari pertama kelahiran, yakni 9 bulan dalam kandungan dan dua tahun setelah kelahiran, fokus di tablet tambah darah, enam bulan pertama fokus di ASI eksklusif, 18 bulan MPASI berjalan maka stunting menurun, imunisasi, dan WASH (Pengendalian Infeksi/Air, Sanitasi, dan Kebersihan),” kata Purnawan.

Kendala dan Upaya

Purnawan mencatat, upaya pencegahan stunting di Tanah Air saat ini masih terkendala beberapa hal, antara lain tingkat asupan tablet tambah darah 90 tablet pada ibu hamil anemia baru mencapai 37,7 persen dan baru sekitar 48,7 persen ibu hamil yang memeriksakan kadar Hb mereka.

LEAVE A REPLY