DEBAT publik perdana antartiga calon presiden (capres) untuk menyampaikan visi-misi mereka selama 120 menit dipandu moderator, akan digelar Selasa sore (12 Des.).

Debat pertama ini merupakan bagian dari lima debat yakni debat antarcapres (12 Des.), antarcawapres (22 Des.), antarcapres (7 Jan. ’24), antarcawapres (21 Jan.) dan terakhir antarcapres (4 Feb).

Bedanya dengan Pilpres sebelumnya (2019), saat itu walau jumlah debat sama (lima kali yakni tiga antarcapres, satu  antarcawapres dan satu lagi kedua pasangan tampil), sedangkan dalam debat Pilpres 2024, pasangan calon tampil bersama saat debat, walau saat debat capres, cawapres hanya mendampingi, begitu pula saat debat cawapres, capres hanya mendampingi.

Debat pertama, Selasa besok, mengambil tema bahasan: pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik dan kerukunan warga.

Terkait isu hukum dan demokrasi, menurut jajak pendapat Litbang Kompas (Kompas,  11/12) yang paling diharapkan publik dalam debat nanti adalah pandangan pasangan capres dn cawapres terkait penguatan demokrasi (38,7 persen) dan penyelesaian kasus korupsi (37 persen).

Tentu karena keterbatasan waktu (dua jam), para capres atau cawapres mustahil bisa menyampaikan gagasannya secara komprehensif atas seluruh pokok bahasan yang diangkat KPU melalui panelis.

Penampilan atau apa yang dilontarkan capres atau cawapres saat debat tentu juga tidak bisa dijadikan cermin utuh yang melekat saat mereka memenangi pilpres nanti, bisa jadi, yang piawai bermain kata-kata yang tampil mengesankan.

Namun paling tidak melalui debat itu, para calon pemilih dapat mengenali para calon pemimpin mereka pada tahap awal, tidak buta sama sekali atau membeli “kucing dalam karung”.

Untuk itu, calon pemilih diminta tidak terkecoh oleh capres atau cawapres yang tampil merangkum kata-kata untuk membuai para para calon pemilih.

Dalam debat pertama nanti, capres No. urut 1, Anies Baswedan agaknya cukup piawai menata kata-kata yang menjadi “trade-mark”-nya untuk memikat pemirsa.

Capres No urut 2 Prabowo Subianto yang akhir-akhir ini  mengubah penampilannya di depan publik dari stigma angker sebagai mantan Danjen Kopassus dengan “berjoget ria”,  akan melontarkan gagasan-gagasannya jika ia terpilih memimpin negeri ini nanti.

Sedangkan capres no. urut 3, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang cukup “gaul” tetunya akan tampil “PD” terutama untuk menarik  generasi milenial dan Z yang mengambil porsi lebih 50 persen dari warga yang memiliki hak pilih.

Yang penting diperhatikan para calon pemilih terutama yang baru pertama kali akan mencoblos pada Pilpres 2024 nanti, jangan terpesona hanya oleh tutur kata capres atau cawapres di saat debat saja, tetapi juga cermati rekam jejak, kinerja dalam jabatan sebelumnya, juga apakah janji-janjinya masuk akal?