Petugas haji membantu jemaah lansia. (Foto: MCH 2024)

Kemabruran seorang jemaah tentu tidak hanya di ukur dari gugurnya pelaksanaan rukun haji, tetapi lebih dari itu adalah soal spirit kemanusiaan dalam nilai-nilai haji. Maka peran petugas yang menebarkan cinta dan kemanusiaan menjadi dambaan.

Ketulusan menjadi kata kunci. Jemaah yang berasal dari latar belakang geografis, social, ekonomi dan keagamaan di Tanah Air, harus secara adil dilayani dengan baik. Karena sejatinya para petugas haji adalah membawa misi keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin, misi kebangsaan dan kemanusiaan.

Nama baik bangsa akan dipertaruhkan. Sudah jamak dikenal, bahwa jemaah haji Indonesia adalah jemaah haji yang baik, ramah, dan disiplin.

Itu tidak lepas dari tata kelola penyelenggaraan haji yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Momentum keberpihakan kepada jemaah haji lansia telah ditunjukan Kemenag di bawah Gus Men, Yaqut Cholil Qaumas.

Kita berharap para petugas diberikan kekuatan untuk melayani tamu Alloh dengan baik, layaknya melayani saudara dan orang tuanya sendiri.

Menjadi petugas haji yang melayani dengan cinta adalah keniscayaan yang akan mendukung sukses haji di masa akhir pemerintahan ini. Wallahu a’lam bi al-shawab.

Sumber: Kemenag

LEAVE A REPLY