Ilustrasi kejahatan siber. (Foto: Pixabay)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, berpesan agar korban kebocoran data tidak lagi menggunakan data digitalnya sebagai dokumen, pelengkap, maupun credentials.

“Ketika data sudah bocor, pengguna yang jadi korban sudah tidak bisa ngapa-ngapain lagi. Dia cuma bisa berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa agar datanya tidak disalahgunakan,” kata Alfons dilansir dari Antara, Rabu (1/9/2021).

Lalu, ke depannya harus seperti apa? Dia mengimbau kepada korban untuk berhati- agar kejadian serupa tidak terjadi. Karena, kata dia, ketika data sudah mengalami kebocoran di dunia maya, tidak akan ada jaminan data itu dapat diselamatkan atau kembali terlindungi.

Selain tidak lagi menggunakan data-data yang sudah bocor agar tidak kembali menjadi korban kebocoran data, Alfons menyarankan pengguna yang merasa dirugikan dari kasus tersebut bisa mengajukan tuntutan ke jalur hukum kepada pengelola data yang tidak bertanggung jawab.

Kasus kebocoran data kini semakin berbahaya karena data yang bocor tersebut dapat terkesploitasi dan bisa berujung pada penyalahgunaan data dan kejahatan siber.

Beberapa kejahatan siber yang mungkin Anda alami karena data bocor di antaranya, akun Anda digunakan untuk pinjaman daring ilegal oleh peretas, Anda menjadi target penipuan telepon atau phising.

Tidak hanya itu, data Anda juga bisa disalahgunakan untuk menipu korban lainnya demi mendapatkan data baru.

LEAVE A REPLY