Ilustrasi isolasi mandiri. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pasien COVID-19 tanpa gejala atau dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah, meski demikian ada beberapa hal yang wajib diperhatikan untuk memaksimalkan pengobatan.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Jeffri Aloys Gunawan SpPD, dokter yang berpraktik di aplikasi GoodDoctor mengatakan bahwa isolasi mandiri harus dilakukan dengan benar agar efektif.

Persiapan yang harus dilakukan selama isolasi mandiri, baik untuk pasien tanpa gejala (10 hari isolasi mandiri) maupun bergejala ringan-sedang (10+3 hari), adalah logistik dan medis.

“Ingat, isoman perlu waktu cukup lama. Tidak bisa dilakukan tanpa persiapan. Pertama, siapkan kebutuhan pokok seperti makan, minum, cuci baju, dan lain-lain. Pemeriksaan medis jangan dilupakan,” ujar Jeffri melalui keterangan resmi, dikutip dari Antara, Rabu (1/9/2021).

Memeriksa saturasi oksigen, suhu tubuh, dan tanda-tanda vital lainnya adalah hal penting lainnya yang perlu diperhatikan saat memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri. Konsultasi ke dokter atau memanfaatkan layanan telemedisin juga harus dilakukan untuk memantau kemajuan penyembuhan.

Jeffri menyarankan, sebaiknya pasien mejalani isolasi sendiri, tidak serumah dengan anggota keluarga yang lain. Tapi, bila terpaksa tetap serumah, sebisa mungkin harus terpisah.

Sebisa mungkin menggunakan kamar mandi berbeda. Dia menyarankan pasien pergi ke tempat isolasi terpusat. Hal ini guna melindungi keluarga dari risiko terpapar virus.

LEAVE A REPLY