Ilustrasi hijrah. (Foto: wallpapercave.com)

2. Hijrah ke Thaif

Hijrah ke Thaif  adalah hijrah kedua yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad meninggalkan Makkah untuk menuju ke Thaif karena kaum Musyrikin semakin meningkatkan kekerasannya terhadap beliau setelah Abu Thalib, paman dan sekaligus penjamin beliau wafat. Setelah sampai di Thaif, ternyata Nabi Muhammad justru diusir oleh para penduduk di sana.

3. Hijrah ke Madinah (Yastrib)

Hijrah yang ketiga yaitu hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya Rasulullah. Hijrah menuju Yasrib yang telah diubah namanya menjadi Madinah memberikan harapan besar kepada masa depan generasi dakwah Islam. Hijrah ini dilakukan pada saat di tahun ke-13 kenabian pada tahun 622 Masehi.

Berikut adalah bagian dari Hijrah Makaniyah yang dapat disingkat HTM untuk menghafalnya lebih mudah. HTM yaitu bagian dari Hijrah Makaniyah, dengan H yaitu Habasya, T yaitu Thaif, dan M adalah Madinah. Begitu besarnya perjuangan dakwah Rasulullah bersama para sahabatnya untuk menerangkan kehidupan umatnya untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

Hijrah Maknawiyah

Hijrah Maknawiyah adalah meninggalkan semua apa yang dilarang oleh Allah SWT.  Bagian dari Hijrah Maknawiyah dapat disingkat menjadi ‘FISS’, yaitu Fikriyah, I’tiqadayah, Syu’uriyyah, dan Sulukiyyah. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Hijrah Fikriyyah

Secara bahasa fikriyah berasal dari kata fiqrun yang artinya adalah pemikiran. Seiring dengan  berkembangnya zaman, majunya dunia teknologi dan derasnya arus informasi, seolah dunia semakin luwes dan berisiko lebih bebas.

Berbagai macam informasi dan pemikiran dari belahan bumi dapat diperoleh dari dunia maya dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu, hijrah fikriyah harus dilakukan dengan meninggalkan pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang menimbulkan mudarat.

2. Hijrah I’tiqadiyah

Hijrah I’tiqadiyah adalah hijrah yang diiringi dengan keyakinan. Akar iman mengalami proses naik dan turun, kuat dan lemah, malas dan semangat. Namun, terkadang iman bercampur dengan kemusyrikan dan terkadang iman berada dalam kemurnian menuju kebaikan.

LEAVE A REPLY