
ZNEWS.ID JAKARTA – Orang Jawa menyebutnya kopi nongko atau kopi nangka, karena meninggalkan rasa seperti nangka di lidah saat menikmatinya. Ketajaman rasa kopi ini berada di tengah-tengah antara arabika dan robusta, dengan sedikit rasa manis dan beraroma coklat.
Kopi Liberika yang berasal dari Liberia, Afrika Barat, ini mungkin tidak setenar arabika dan robusta karena memang tidak terlalu banyak di pasaran. Meski secara umur, liberika lebih dulu diperkenalkan di Indonesia dibandingkan robusta.
“Kopi ini bagi kami adalah mutiara hitam, yang ditanam, bukan digali,” kata Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan, Dwi Putra Kurniawan, dilansir dari Antara, Jumat (24/9/2021).
Bukan tanpa alasan Dwi memberinya julukan mutiara hitam. Berbeda dengan arabika dan robusta, kopi yang juga dikenal sebagai kopi gambut ini bisa tumbuh dengan baik di lahan gambut.
Kehadirannya diharapkan bisa sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan, terutama di kawasan gambut. Karena, area penanaman di Indonesia yang masih terbatas itulah, kopi liberika bisa dijadikan produk unggulan Kalimantan Selatan.
“Kopi liberika memiliki potensi pasar yang besar, terutama di pasar luar negeri. Dalam setiap kesempatan menggelar pameran, ada saja permintaan untuk ekspor kopi liberika,” katanya.
Keunggulan kopi ini sempat dipamerkan di Helsinki Coffee Festival, Finlandia, pada April 2019. Dan, mendapatkan respons positif. Kopi ini juga diminati para pencinta kopi di Jepang, Malaysia, dan Singapura.



























