Mush’ab Ali Yusuf, relawan kemanusiaan di Gaza. (Foto: Dompet Dhuafa)

Pengalaman dan pemahamannya akan masyarakat lokal yang cukup tinggi sangat memudahkan Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa di Kairo mencari kebutuhan bantuan untuk rakyat Palestina.

Dengan relasinya di dunia kemanusiaan dan jaringan food supplies yang cukup luas, persiapan logistik Truk Kemanusiaan menjadi cepat terpenuhi. Sehingga, tidak perlu berlama-lama dalam mencari mitra pengadaan.

Karena pengalamannya pula, tim kemanusiaan Dompet Dhuafa jadi tahu mana barang yang sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti sekarang ini. Saat ini, Gaza memasuki musim dingin. Suhu bisa mencapai hampir di bawah 50 celsius, tentu ini akan sangat menyulitkan para penyintas di sana.

Mush’ab menjadi bagian dari mitra lokal yang membantu proses pengadaan, pemilihan, pengemasan, pemuatan, dan pengiriman berbagai barang kebutuhan untuk rakyat Gaza. (Foto: Dompet Dhuafa)

Mush’ab bercerita bagaimana kerap kali harus berpisah dengan keluarganya, istri, dan ketiga anaknya, demi terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan, terutama di Gaza dan Tepi Barat. Baginya, keluarga adalah hal yang sangat utama, karena itu, ia sangat peduli dengan para penyintas di daerah konflik.

Mush’ab sering kali menyampaikan keheranannya terhadap orang-orang Indonesia yang kerap kali memberikan bantuan untuk negara-negara yang tertimpa musibah. Dia membandingkan dengan orang Arab yang pada kenyataannya adalah kaum kaya, namun sangat kurang kepeduliannya.

“Terima kasih rakyat Indonesia, terima kasih Dompet Dhuafa, kalian saudara kami yang terbaik,” adalah kata-kata yang sering kali diucapkan. Hal ini menyiratkan perasaan sebagian besar orang Palestina atas kemurahan hati masyarakat Indonesia.

Oleh: DMulyadi

LEAVE A REPLY