Ilustrasi Kiat Merawat Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir. (Foto: Unsplash/@sickhews)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter Spesialis Anak dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, dr Dini Safitri Zahara SpA, menjelaskan cara merawat tali pusat pada bayi baru lahir agar terhindar dari risiko infeksi dan komplikasi lainnya.

Tali pusat bayi, yang juga dikenal sebagai tali pusar, akan mengering dan lepas dalam waktu satu hingga tiga minggu setelah kelahiran.

“Tali pusat adalah bagian alami dari perkembangan bayi yang menghubungkan bayi dengan plasenta dalam rahim. Ini terdiri dari pembuluh darah dan jaringan ikat yang membantu mengangkut nutrisi, oksigen, dan produk limbah bayi ke ibu,” kata dokter yang merupakan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini, dilansir dari Antara.

Saat bayi lahir, tali pusat dipotong, yang secara fisik dan simbolis memisahkan bayi dari ibunya. Kemudian, sisa tali pusat akan mengering dan lepas, memungkinkan luka yang ada di sisa tali pusat di bayi sembuh.

Namun, World Health Organization (WHO) mencatat bahwa sekitar seperempat kematian neonatal di dunia disebabkan oleh infeksi, dan 75 persennya terjadi pada minggu pertama kehidupan bayi melalui tali pusar.

Tali pusar, kata Dini, adalah tempat yang penting untuk bakteri, sehingga ada risiko infeksi yang terjadi sebelum tali pusar lepas.

“Sebelum tali pusat ini puput (lepas), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu, yakni perawatan ideal untuk merawat tali pusat bayi dan memilih popok yang tepat,” kata dokter yang mengambil pendidikan spesialis anak di Universitas Sebelas Maret Surakarta tersebut.

LEAVE A REPLY