
ZNEWS.ID JAKARTA – Pada 10 hari terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk mengejar pahala itikaf atau qiyamul lail jika ingin mendapatkan pahala yang paling baik dari seribu bulan. Supaya efektif, kita harus kenal keutamaan, rukun, dan cara itikaf terlebih dahulu.
Gravitasi kasur sudah pasti lebih enak dibandingkan masjid. Tertidur lelap pasti lebih puas dibandingkan terjaga semalaman dengan zikir kepada Allah dan menamatkan bacaan Al-Qur’an.
Padahal, Allah sedang obral pahala besar-besaran untuk para hamba-Nya yang senantiasa mencari keberkahan. Sangat disayangkan jika kuta tidak tergoda ganjaran tersebut.
Keutamaan Itikaf: Hapus Dosa Masa Lalu
Melansir dari YouTube Dompet Dhuafa, Ustaz Herman Budianto menjelaskan keutamaan itikaf sebagai bentuk berdiam diri semalaman atau qiyamul lail. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan itikaf, yaitu:
“Man qoma romadhona imanan wahtisaban ghofiro lahu ma taqoddama min dzambihi.”
Artinya: “Barangsiapa menghidupkan Ramadan dengan melakukan qiyamul lail (itikaf) dengan rasa iman dan takwa, maka diampuni dosanya yang telah lalu.”
Para ulama mensyarahkan hadis ini, yang dimaksud dengan qiyam adalah melakukan itikaf pada 10 hari terakhir Ramadan dan di akhir-akhir hayat Rasulullah SAW melakukan itikaf pada 20 hari Ramadan berakhir.





























