
George McTurnan Kahin, Guru Besar Universitas Cornell, Amerika Serikat (AS) sangat terkejut ketika bertemu Natsir pertama kali. Kahin melihat sang menteri memakai jas yang bertambal. Pakaiannya ini benar-benar tidak menunjukkan Natsir sebagai seorang menteri.
Kahin mengetahui juga bahwa akhirnya para pegawai Departemen Penerangan yang dipimpin Natsir berpatungan membeli beberapa pakaian yang pantas untuk Natsir agar terlihat sebagai “menteri sungguhan”.
Seringkali Natsir mengenakan baju yang itu-itu saja, bahkan ada baju yang sering dikenakannya walau ada bekas noda tinta yang tidak bisa hilang di saku baju tersebut.
Saat mengundurkan diri dari jabatan sebagai perdana menteri, stafnya melaporkan catatan saldo dana taktis perdana menteri yang masih cukup banyak.
Staf tersebut mengatakan dana ini adalah hak perdana menteri. Namun Natsir menolak karena menurutnya itu bukan hak dia dan memerintahkan agar dana tersebut diserahkan ke koperasi karyawan. Natsir memilih hidup sederhana dari uang yang menjadi haknya saja.
Jenderal Polisi (Purn) Drs Hoegeng Iman Santoso, mantan Dirjen Imigrasi, Menteri Sekretaris Kabinet, dan Kepala Kepolisian Negara RI, dikenal sebagai tokoh yang sederhana, jujur,ndan berani. Hoegeng pernah menolak pemberian mobil dinas dari pemerintah saat menjabat sebagai Menteri Sekretaris Kabinet.
Saat itu, Hoegeng mendapat dua mobil dinas, satu untuk keperluan bekerja dan satu lagi untuk keperluan keluarganya. Mobil yang ditawarkan untuk keluarganya adalah mobil jenis Holden keluaran terbaru tahun 1965.
Namun, ia tetap menolak pemberian itu dengan alasan bahwa ia masih mempunyai mobil dinas Jeep Willis dari kepolisian.
Hoegeng berkata kepada asisten pribadinya bahwa ia tidak punya garasi lagi untuk menyimpan mobil dinas yang ditawarkan tersebut. Namun, karena peraturan negara, mau tidak mau ia harus menerima mobil dinas.





























