
Namun, tabungannya tidak pernah cukup karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga yang mendesak dan keperluan untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan. Sampai akhir hayatnya, Hatta tidak pernah memiliki sepatu yang diimpikannya itu.
Beberapa waktu setelah Bung Hatta wafat, keluarganya menemukan guntingan iklan sepatu Bally di dompet Hatta. Ia memilih untuk tidak memiliki sepatu Bally tersebut. Padahal dengan jabatannya sebagai wakil presiden, sangat mudah baginya untuk membeli sepatu Bally dari anggaran negara.
Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang pernah menjabat Wakil Presiden yang kedua, Sultan Yogyakarta, dan juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta adalah juga sosok pejabat yang penuh kesederhanaan.
Salah satu contoh kecil kesederhaaannya tercermin ketika ia menonton pertandingan sepakbola di lapangan Mandala Kridosono. Seorang wartawan “memergoki” Sri Sultan memakai kaos kaki longgar dan berlubang. Untuk menahan agar kaos kaki yang dikenakannya tidak melorot, digunakan gelang karet untuk mengencangkannya.
Sri Sultan tidak pernah malu memakai kaos kaki longgar dan berlubang tersebut. Ia tidak pernah menganggap dirinya sebagai bangsawan dan pejabat yang pakaiannya harus berbeda dengan rakyatnya.
Kisah kesederhanaan pejabat yang lain tercermin dari teladan yang dicontohkan Agus Salim yang pernah menjadi Menteri Luar Negeri pada kabinet Sjahrir dan kabinet Amir Sjarifuddin.
Menurut Prof Schermerhorn, pemimpin delegasi Belanda dalam perundingan Linggarjati, Agus Salim adalah orang yang nyaris sempurna. Ia sangat pandai, jenius dalam bidang bahasa, mampu berbicara dan menulis dengan sempurna minimal sembilan bahasa, dan pandai berdiplomasi. Namun, ada satu kelemahan Agus Salim, yaitu hidup melarat.
Keluarga Agus Salim pernah tinggal di gang kecil di Jakarta. Untuk menuju gang tersebut harus masuk gang lain, kemudian masuk lagi ke gang yang lebih kecil. Seorang menteri luar negeri yang jenius tinggal di gang sempit di saat menjabat.
Mohammad Natsir, Menteri Penerangan dan Perdana Menteri pada masa Presiden Soekarno memberikan keteladanan yang luar biasa selama menjadi pejabat negara.





























