Lebih dari 100 orang dikabarkan telah tewas di Gaza sejak Senin, termasuk 27 anak-anak, menurut otoritas kesehatan daerah kantong itu. Dan lebih dari 580 lainnya terluka setelah serangan hebat Israel.
Di lain pihak setidaknya enam warga Israel dan satu warga India tewas di Israel akibat serangan roket oleh Hamas, entitas politik yang memerintah di Gaza.
Meningkatnya kekerasan terjadi setelah ketegangan berminggu-minggu di Yerusalem Timur yang diduduki tentang keputusan pengadilan yang dijadwalkan tentang pengusiran paksa beberapa keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah.
Dalam surat edaran yang dilihat kantor berita AFP, Darmanin juga mendesak kepala polisi setempat untuk menjamin “perlindungan tempat ibadah, sekolah, pusat budaya, dan bisnis komunitas Yahudi”.
Dikritik Keras
Pengumuman Darmanin itu dikritik oleh para aktivis dan politisi yang mengatakan tidak ada alasan untuk melarang unjuk rasa.
“Mendemonstrasikan adalah hak yang harus Anda jamin,” kata Anggota Parlemen Prancis Elsa Faucillon dalam tweet balasannya kepada Darmanin.
“Dan dalam kasus ini, mengingat keheningan negara kita tentang alasan penyerangan, itu bahkan tampaknya menjadi kewajiban bagiku!”




























