Ilustrasi Jalan Moderat Terapkan Pola Hidup Hemat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan)

Misalnya, pendiri Alibaba, Jack Ma, salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett, pendiri situs jejaring sosial Facebook, Mark Zuckerberg, serta salah satu orang terkaya di Indonesia, Michael Bambang Hartono dari Djarum.

Gaya hidup sederhana orang-orang kaya ini memikat banyak perhatian. Seperti contohnya Bambang Hartono, yang pernah viral karena tertangkap makan tahu pong di warung sederhana di Semarang dengan mengenakan kaus biasa.

Jack Ma hingga saat ini masih sering memakan mi instan daripada makan di restoran mewah. Tidak jauh berbeda, Bill Gates menyukai makanan cepat saji dan pernah tertangkap sedang mengantre sendiri untuk membeli burger di Seattle.

Warren Buffett juga menyukai burger, dan pada 2014, dia hanya menggunakan mobil Cadillac XTS untuk mobilitasnya. Begitu juga dengan Mark Zuckerberg yang tidak malu mengendarai mobil murah. Koleksi mobilnya sangat sederhana, termasuk Acura TSX, Honda Fit, dan Volkswagen Golf GTI, yang jika digabungkan, harganya tidak melebihi satu miliar rupiah.

Orang-orang dengan kekayaan ratusan triliun rupiah ini justru tidak pernah memamerkan gaya hidup mewah. Prinsip hidup dan pandangan bahwa uang bukanlah segalanya adalah yang mendasari mereka untuk lebih suka menjalani gaya hidup sederhana.

Memang, orang yang benar-benar kaya tidak membutuhkan pengakuan lagi, berbeda dengan orang yang ingin terlihat atau dianggap kaya. Oleh karena itu, jangan malu terlihat miskin, tetapi malulah saat berpura-pura menjadi kaya.

Hemat secara Moderat

Meskipun frugal living adalah hal yang baik untuk diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari, kita harus menghindari menyiksa diri sendiri dengan menjadi terlalu hemat. Karena  hal itu dapat berujung pada sifat pelit, termasuk pelit pada diri sendiri. Meskipun sebenarnya hemat dan pelit adalah dua hal yang berbeda.

Hemat berarti memiliki kendali penuh terhadap pengeluaran dan hanya membeli barang yang dibutuhkan, serta menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Hemat berfokus pada nilai, yaitu mendapatkan nilai terbaik untuk harganya. Sementara itu, pelit berusaha mempertahankan uang (aset) yang dimiliki agar tidak keluar dan berkurang (jika memungkinkan).

Saat berbelanja, orang yang hemat akan memilih barang berkualitas meskipun harganya sedikit lebih mahal, agar barang tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama atau tahan lama.

LEAVE A REPLY