Ilustrasi Jalan Moderat Terapkan Pola Hidup Hemat. (Foto: Shutterstock)

Dalam konteks ini, Igo memberikan contoh berita yang viral beberapa waktu lalu, yaitu kisah kembar ABG di bawah usia 25 tahun yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka melakukan penipuan hingga puluhan miliar rupiah agar bisa hidup bergaya hedonistik dan berbelanja mewah di luar negeri.

Di Afrika, ada budaya “La Sape”, yang merujuk pada kaum muda yang rela hidup dengan pakaian merek terkenal, namun mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jhon White, seorang profesor Filsafat Pendidikan di Institut Pendidikan UCL London, dalam tulisannya yang berjudul “The Frugal Life, and Why We Should Educate for It”, menjelaskan bahwa frugal living harus diadopsi oleh generasi masa depan.

Hal ini berlaku tidak hanya untuk negara-negara miskin atau berkembang, tetapi juga bagi negara-negara kaya yang seharusnya mengadopsi konsep frugal living dengan sebaik-baiknya.

Dengan jumlah penduduk dunia yang terus meningkat dan sumber daya yang semakin terbatas, manusia tidak memiliki pilihan lain kecuali mengadopsi gaya hidup hemat, dengan tidak menghambur-hamburkan sumber daya secara percuma. Menurutnya, konsep frugal living secara langsung terkait dengan upaya menyelamatkan Bumi.

Hemat vs Hedonistik

Frugal living, yang sedang diadvokasi belakangan ini, seolah menjadi tindakan perlawanan dan penolakan terhadap gaya hidup hedonistik. Banyak tokoh publik dan pejabat pemerintah yang sebelumnya memperlihatkan gaya hidup hedonistik mereka dan keluarganya di media sosial, akhirnya mendapat kesengsaraan karena ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemerintah juga mengeluarkan imbauan agar frugal living menjadi gaya hidup bagi aparatur sipil negara (ASN), mengingat bahwa biaya hidup dan fasilitas yang mereka nikmati berasal dari anggaran negara.

Kenyataannya, sebagian besar aparat pemerintah yang terjerat dalam kasus korupsi terjadi karena terjebak dalam gaya hidup hedonistik.

Sementara itu, orang-orang kaya di berbagai negara justru memilih gaya hidup yang sederhana dan menggunakan sebagian besar kekayaan mereka untuk amal.

LEAVE A REPLY