
Alhamdulillah, sekolah memiliki pendamping yang baik. Saya pun sering curhat dengan Pendamping Sekolah mengenai suasana kelas yang sering gaduh. Sedikit titik terang hadir dalam benak saya.
Tidak lama kemudian, di sekolah juga diselenggarakan pelatihan manajemen kelas, yang didukung sepenuhnya oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Saya berpikir, pelatihan ini pas sekali dengan kesulitan-kesulitan saya.
Hasil pelatihan tersebut saya terapkan sedikit demi sedikit di kelas. Misalnya, mengenai penampilan guru di kelas. Saya pun mulai memerhatikan suara, kontak mata, gerak dan mimik, posisi dan kehangatan.
Saya juga mulai menerapkan tepuk-tepukan seperti yang diajarkan Pendamping Sekolah untuk mengondisikan siswa. Ada tepuk siswa cerdas, tepuk konsentrasi, dan tepuk senyum.
Selain itu, saya mulai menyentuh siswa dengan tujuan memberikan kedekatan. Misalnya, jika ada yang tidak memerhatikan saya, maka saya usap bagian kepala siswa itu agar ia memerhatikan materi yang saya ajarkan.
Saya pun sudah tidak berteriak-teriak lagi begitu melihat suasana kelas yang ribut. Siswa-siswa sangat bersemangat sekali apabila diajarkan tepuk-tepuk kreatif.
Saya mulai belajar sebaik mungkin untuk menjadi guru cerdas literasi. Walau berstatus guru baru dan jauh dari pangkat seorang PNS, kini saya lebih bersemangat menjadi seorang guru yang dirindukan oleh siswa-siswanya. Ya, menjadi seorang guru yang mampu menginspirasi. (makmalpendidikan.net)



























