JAKARTA, ZNEWS.id – Warga Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, masih diliputi kecemasan setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah mereka pada Selasa (17/2/2026) petang.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengimbau warga terdampak untuk segera mengungsi sementara demi keselamatan, mengingat potensi hujan deras dan bencana susulan masih tinggi di wilayah DIY.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyatakan intensitas hujan yang masih tinggi berisiko memicu longsor lanjutan dari bagian atas perbukitan. Karena itu, rumah-rumah yang terdampak longsor tidak diperkenankan untuk ditempati sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Dilansir Republika.co.id, Pemkab Gunungkidul bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) telah meninjau langsung lokasi bencana guna memastikan kondisi terkini sekaligus menentukan langkah penanganan lanjutan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Koordinasi juga dilakukan dengan panewu dan lurah setempat untuk mempercepat penanganan di wilayah terdampak.
Salah satu titik paling rawan berada di RT 06 Padukuhan Jono, khususnya rumah yang berada di lereng bukit dan kini sebagian masih tertutup material longsor berupa lumpur, bebatuan, dan pepohonan tumbang.
Rumah tersebut diketahui telah masuk dalam daftar pantauan pemerintah selama sekitar 10 tahun karena berada di kawasan rawan bencana.
Pemerintah daerah juga berencana menyiapkan lokasi pengungsian, termasuk opsi menggunakan lahan Sultan Ground, serta mendorong warga untuk tinggal sementara di tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat.
Dengan tingkat kerawanan yang tinggi, pemerintah tidak merekomendasikan rumah terdampak untuk kembali dihuni ke depannya.





























