JAKARTA, ZNEWS.id – Upaya pemulihan pendidikan pascabencana terus dilakukan Dompet Dhuafa bersama mitra kebaikannya, Jenius dan Lazada, melalui program Rumah Harapan Siap Sekolah di SDN 14 Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Selasa (10/2/2026).
Program ini diwujudkan dalam pembangunan sekolah darurat sebagai solusi sementara agar proses belajar mengajar tetap berlangsung di tengah keterbatasan sarana akibat bencana. Kehadiran ruang belajar yang lebih aman dan layak diharapkan mampu membuat siswa kembali belajar dengan nyaman.
Tak hanya menghadirkan fasilitas fisik, Dompet Dhuafa juga menggelar kegiatan Sekolah Ceria bersama relawan Respon Darurat Pendidikan (RDP) Great Edunesia. Melalui metode belajar sambil bermain, para relawan mengajak siswa berinteraksi, kembali tersenyum, serta menumbuhkan semangat belajar dalam suasana yang menyenangkan.
Perhatian juga diberikan kepada para pendidik melalui program Sekolah Guru Indonesia (SGI) yang menghadirkan pelatihan bagi guru SDN 14 Juli. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran di situasi darurat yang menuntut metode lebih inovatif dan adaptif di tengah berbagai keterbatasan.
Sebagai penunjang kegiatan belajar, Dompet Dhuafa turut menyalurkan 70 paket school kit kepada siswa yang sebelumnya kehilangan perlengkapan sekolah akibat bencana.
Ketua RDP Great Edunesia, Muhammad Shirli Gumilang, menyampaikan bahwa aktivitas sekolah memiliki peran penting sebagai ruang pemulihan psikologis bagi anak-anak terdampak bencana. Dengan kembali bersekolah, anak-anak dapat bertemu teman sebaya, bermain, dan belajar bersama sehingga membantu menjaga kestabilan mental mereka.
Melalui kolaborasi ini, Dompet Dhuafa bersama Jenius dan Lazada berharap keberlangsungan pendidikan anak-anak di Bireuen tetap terjaga. Pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang merawat harapan dan masa depan generasi yang sedang bangkit dari ujian bencana.



























