Kakek Muharip hidup sebatang kara di rumah dengan kondisi reyot di Kampung Sinarbaru, Desa Curuglemo, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Foto: DD Banten)

ZNEWS.ID PANDEGLANG – Tak ada yang menginginkan hidup sebatangkara di hari tua, dan tinggal di rumah dengan kondisi reyot. Apalah daya, keterbatasan ekonomi memaksa Kakek Muharip bertahan pada rumah yang disebut gubuk tersebut.

Muharip berusia 72 tahun. Dia hidup sebatang kara di Kampung Sinarbaru, Desa Curuglemo, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Muharip hanya mengharapkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. (Foto: DD Banten)

Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Muharip hanya mengharapkan bantuan orang lain. Masa tua yang seharusnya dinikmati dengan tenang dan kebahagiaan, tidak dirasakan olehnya.

Kehidupan pilu Muhari membuat siapa saja yang melihatnya merasa iba. Dengan kondisi ini, Dompet Dhuafa Banten mengirimkan bantuan paket sembako untuk memenuhi kehidupan Kakek Muharip.

Dompet Dhuafa Banten akan membantu Kakek Muharip secara rutin memberikan sembako setiap bulan. (Foto: DD Banten)

Paket yang berisikan beras, minyak, dan lainnya ini diharapkan bisa mencukupi asupan sehari-harinya. Kondisi sulit yang dirasakan Muharip membuat Dompet Dhuafa Banten akan membantunya secara rutin dengan memberikan sembako setiap bulan.

Semoga ini menjadi awal yang baik untuk bisa membantu meringankan beban kehidupan yang dijalani Kakek Muharip. (DD Banten)

LEAVE A REPLY