Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Asa Bergending menyelenggarakan program penyadartahuan terkait pengelolaan sampah bagi warga penyintas erupsi Gunung Semeru di hunian tetap Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (Foto: DMC DD)

ZNEWS.ID LUMAJANG – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Asa Bergending menyelenggarakan program penyadartahuan terkait pengelolaan sampah bagi warga penyintas erupsi Gunung Semeru di hunian tetap Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akhir November lalu.

Erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021 berdampak signifikan pada beberapa desa di sekitarnya, sehingga relokasi warga ke Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, dilakukan. Hunian relokasi ini menampung 2.000 kepala keluarga (KK) dari Desa Sumberwuluh dan Desa Supiturang.

Berbagai fasilitas di kawasan relokasi, yang disebut sebagai percontohan nasional, termasuk sekolah, taman, puskesmas pembantu, dan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

TPST tersebut dibangun oleh Kementerian PUPR, BUMN Hutama Karya, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Asa Bergending menyelenggarakan program penyadartahuan terkait pengelolaan sampah bagi warga penyintas erupsi Gunung Semeru di hunian tetap Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (Foto: DMC DD)

Saat ini, pengelolaan TPST dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bumi Semeru Damai (BSD) di bawah naungan DLH.

Namun, pengurus baru KSM BSD, yang diresmikan pada Agustus 2024, menghadapi tantangan seperti sulitnya pemilahan sampah yang masih tercampur.

Untuk mengatasi masalah ini, DMC Dompet Dhuafa menginisiasi pelatihan pemilahan sampah, termasuk edukasi tentang jenis sampah yang dapat dan tidak dapat didaur ulang.

LEAVE A REPLY