Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Dompet Dhuafa membagikan ratusan paket alat masak (kitchen kit) untuk penyintas gempa Cianjur di Kampung Kramat Legok RT 02 RW 09, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (26/1/2023). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID CIANJUR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Dompet Dhuafa membagikan ratusan paket alat masak (kitchen kit) untuk penyintas gempa Cianjur di Kampung Kramat Legok RT 02 RW 09, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (26/1/2023).

Turut hadir Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monev Kemaslahatan BPKH, Indriayu Afriana; Direktur Resources and Mobilization (Remo) Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti; Direktur Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Haryo Mojopahit; serta General Manager Fundraising ZIS Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih.

BPKH bersama Dompet Dhuafa menyalurkan sebanyak 250 kitchen kit atau paket alat masak bagi 250 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Kramat dan Cipaku, Kabupaten Cianjur dengan rincian 150 paket di Kampung Kramat dan 100 paket di Kampung Cipaku.

Paket alat masak ini terdiri dari kompor gas dua tungku, tabung gas 3 kg, regulator dan selang, wajan masak, panci, paket sendok dan garpu, paket piring dan gelas, serta spatula untuk memasak.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Dompet Dhuafa membagikan ratusan paket alat masak (kitchen kit) untuk penyintas Gempa Cianjur di Kampung Kramat Legok RT 02 RW 09, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (26/1/2023). (Foto: Dompet Dhuafa)

Diketahui, gempa berkekuatan 5,6 magnitudo telah terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022. Tercatat, bencana gempa ini telah menelan ratusan korban jiwa yang terdiri dari 334 orang meninggal, 8 orang hilang, serta 593 orang luka berat.

Sedangkan jumlah total pengungsi mencapai 114.683 jiwa, yang terdiri dari 54.781 laki-laki, 59.902 perempuan, 147 penyandang disabilitas, 1.640 ibu hamil, dan 7.453 orang lansia. Hingga kini, bencana gempa besar itu pun masih membekas di benak masyarakat Cianjur dan sekitarnya.

Sebagian besar masyarakat juga masih mendiami tenda-tenda pengungsian yang dibuat dengan bahan seadanya. Untuk kebutuhan pangan sehari-hari, masyarakat juga masih terus memanfaatkan dapur umum untuk memasak, karena alat masak mereka banyak yang tertimbun sisa reruntuhan bangunan.

LEAVE A REPLY