Ilustrasi diet sehat. (Foto: Wand_Prapan)

ZNEWS.ID JAKARTA – Melakukan diet ekstrem saat pandemi tidak disarankan karena bisa menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada tubuh. Ketua Indonesia Sport Nutrisionis Association (ISNA), Dr Rita Ramayulis DCN MKes, mengatakan bahwa melakukan diet ekstrem atau ketat dapat mengganggu keseimbangan asam basa, metabolisme tubuh, hingga malnutrisi.

Kerusakan metabolik itu, kata Rita, akan terjadi proses peradangan dalam tubuh. Dan, dapat melemahkan imunitas.

“Diet saat pandemi dibolehkan, hanya saja jangan ekstrem. Dietlah dengan mengatur makanan yang mengatur sistem imunitas tubuh (dengan baik),” kata Rita, dikutip dari Antara, Senin (8/3/2021).

Diet ekstrem mungkin dapat memangkas beberapa kilogram dari berat badan, namun metabolisme juga bisa terpengaruh.

“Melakukan diet ekstrem tidak disarankan karena bisa jadi yang berkurang adalah air, massa otot, dan massa tulang. Pada saat proses penurunan berat badan, yang seharusnya hilang adalah lemak,” kata dia.

Diet Sehat

Rita kemudian membagikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan bagi mereka yang ingin melakukan diet sehat selama pandemi. Pertama adalah defisit energi atau defisit kalori untuk menurunkan berat badan.

Kalori dalam makanan menyediakan energi dalam bentuk panas, sehingga tubuh dapat berfungsi dengan baik, bahkan ketika tubuh sedang beristirahat sekali pun.

LEAVE A REPLY