
ZNEWS.ID LAMPUNG UTARA – Untuk menjadi seorang hafiz Al-Qur’an dibutuhkan niat dan tekad yang kuat. Banyak hal yang mesti dikorbankan untuk mencapainya. Bukankah berlian paling berkilau harus ditempa dengan keras dan melalui proses yang lama?
Begitu juga yang dirasakan Sandi Indra Ramadhona, bocah berusia 12 tahun yang sedang berjibaku menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an.
Ketika anak seusianya tinggal dekat dengan orang tuanya, Sandi rela menjadi santri mukim di Pusat Belajar Mengaji (PBM) Az-Zahra Dompet Dhuafa, Cahaya Negeri, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, Lampung.
Di saat kebanyakan anak seuisanya sibuk dengan gadget, berplesiran dengan keluarga, dan keinginan mereka dipenuhi semuanya, Sandi justru berupaya mengejar cita-citanya yang mulia.
“Saya mau jadi hafiz Qur’an dan membahagiakan kedua orang tua saya,” katanya penuh keyakinan.
Bocah kelahiran 17 Agustus 2010 di Way Harong, Lampung itu menyampaikan bahwa menjadi seorang penghafal Al-Qur’an sudah dia impikan sejak lama.
Ketika mengetahui PBM Az-Zahra Dompet Dhuafa di Lampung berdiri, dia memohon restu kepada orang tunya untuk menjadi santri mukim di sana.



























