Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Sahabat Farm memberikan pelatihan kepada warga warga kampung Suryowijayan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta keterampilan dalam menanam dan mebudidayakan ikan. (Foto: DD Yogyakarta)

ZNEWS.ID YOGYAKARTA – Dampak dari pandemi Covid-19 terus dirasakan. Tak terkecuali bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan. Lahan untuk bercocok tanam yang sempit dan kemudahan akses untuk membeli kebutuhan harian, mengakibatkan warga lebih memilih membeli kebutuhan seperti sayuran dan ikan di swalayan, supermarket, ataupun pasar.

Namun, ketika virus Corona mulai meluas, akses mulai terbatas, pendapatan juga mulai menurun, warga mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Selain menyalurkan bantuan melalui program Lumbung Pangan berupa paket sembako kepada warga terdampak, Dompet Dhuafa Yogyakarta juga berusaha untuk membantu warga agar mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Melansir jogja.dompetdhuafa.org, beberapa waktu lalu, Dompet Dhuafa Yogyakarta bekerja sama dengan Sahabat Farm mengadakan gerakan Kebun Pangan Keluarga untuk warga kampung Suryowijayan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Kebun Pangan Keluarga merupakan salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan pangan yang dilakukan dengan cara mengombinasikan bercocok tanam sayuran dengan budidaya ikan, melalui teknik aquaponik. Program ini bertujuan untuk membantu dhuafa untuk mencapai ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Warga juga dibekali sejumlah bibit ikan lele, bibit sayuran, pakan ikan, dan peralatan pendukung lainnya seperti ember, media tanam, dan netpot. (Foto: DD Yogyakart)

Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Sahabat Farm memberikan pelatihan kepada warga berupa keterampilan dalam menanam dan mebudidayakan ikan meski dengan lahan yang terbatas melalui teknik aquaponik.

Untuk menjaga keamanan, pelatihan dilaksankan menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang hari, guna membatasi jumlah peserta pelatihan agar tetap menjaga jarak dalam rangka physical distancing.

Setelah pelatihan diberikan, warga juga dibekali sejumlah bibit ikan lele, bibit sayuran, pakan ikan, dan peralatan pendukung lainnya seperti ember, media tanam, dan netpot.

Sebanyak 50 paket budidaya aquaponik diberikan kepada 25 orang peserta pelatihan sebagai stimulus. Selajutnya, warga akan berlatih secara mandiri untuk mengembangkan, berkreasi, dan praktik menanam sesuai dengan apa yang telah didapatkan selama pelatihan.

Sehingga, dapat terwujud kebun pangan yang dapat mencukupi kebutuhan keluarga secara mandiri. Melalui program ini diharapkan dapat meringankan beban warga di tengah pandemi Covid-19 yang melanda.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY