Seorang pasien dengan gangguan pernapasan berbaring di dalam mobil sambil menunggu untuk masuk rumah sakit COVID-19 untuk perawatan, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Ahmedabad, India, Kamis (22/4/2021). REUTERS/Amit Dave/AWW/sa (REUTERS/AMIT DAVE)

ZNEWS.ID, JENEWA –Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta otoritas India untuk mengendalikan mobilitas dan pertemuan guna mengurangi lonjakan infeksi COVID-19. Meski demikian WHO mengakui jika pengurangan transmisi di India merupakan “tugas yang sangat berat”.

“Kita harus mereduksi pertemuan dengan cara apa saja yang dapat kita lakukan untuk mengurangi infeksi. Pemerintah India sedang berusaha melakukan itu,” papar Direktur kedaruratan WHO Mike Ryan, Jumat waktu setempat.

India melaporkan jumlah infeksi harian COVID-19 tertinggi selama dua hari hingga Jumat, di atas 330.000 kasus, saat negara itu berjuang dengan sistem kesehatan yang kewalahan oleh pasien dan mengalami krisis oksigen.

Bahkan para pekerja medis di India berusaha meminta bantuan melalui berbagai jejaring sosial karena kekurangan pasokan oksigen untuk kebutuhan medis.

Sejumlah staf rumah sakit mengunggah foto dan video berisi permintaan tolong agar pemerintah segera mencarikan solusi, karena pasokan oksigen di tempat mereka bekerja hanya dapat bertahan hingga beberapa jam ke depan.

Staf Rumah Sakit Ganga Ram di New Delhi, di mana 500 pasien COVID-19 dirawat, mengatakan bahwa setidaknya 25 orang meninggal dunia dalam 24 jam belakangan.

“Oksigen hanya bertahan untuk dua jam. Ventilator dan alat bantu pernapasan lainnya tak bekerja efektif. Krisis diperkirakan akan tambah besar. Hidup 60 pasien lainnya dalam bahaya. Butuh bantuan segera,” demikian pernyataan staf Rumah Sakit Ganga Ram yang dikutip The Guardian.

LEAVE A REPLY