Ilustrasi penyakit lupus. (Foto: azimute.med.br)

ZNEWS.ID JAKARTA – Lupus adalah penyakit autoimun jangka panjang di mana sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif dan menyerang jaringan yang sehat. Meskipun lupus biasanya terjadi pada orang dewasa, sekitar 20 persen kasus lupus dapat terjadi pada anak-anak.

Menurut Dr. Reni Ghrahani Majangsari, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Alergi Imunologi IDAI, lupus pada anak-anak cenderung memiliki gejala yang lebih parah dan melibatkan lebih banyak organ. Dia juga mengungkapkan bahwa anak perempuan lebih berisiko terkena lupus dibandingkan anak laki-laki.

“Penyakit lupus lebih sering menyerang anak perempuan dengan perbandingan sembilan banding satu dibandingkan anak laki-laki, terutama pada remaja berusia 11-12 tahun,” ujarnya dilansir Antara.

Hormon estrogen berperan besar dalam meningkatkan risiko lupus pada anak perempuan. Estrogen, yang dihasilkan oleh ovarium, berfungsi mengatur siklus menstruasi, mendukung kehamilan yang sehat, dan menjaga kesehatan jantung.

“Faktor hormonal, terutama estrogen, berperan dalam terjadinya lupus karena hormon ini memperparah peradangan pada anak-anak yang berisiko atau menderita lupus,” jelas Reni.

Meskipun penyebab pasti lupus belum sepenuhnya diketahui, kombinasi faktor hormonal, lingkungan, dan genetik diduga berinteraksi dalam memicu penyakit ini.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa peningkatan lupus sering terjadi sebelum menstruasi atau selama kehamilan, mendukung teori bahwa hormon estrogen dan prolaktin memicu penyakit ini.

BACA JUGA  Dokter Ingatkan Jaga Asupan Gizi saat Berhaji

LEAVE A REPLY