
Hanya hamba yang telah menyembelih nafsu kebinatangan yang mengeram di hatinyalah yang akan bisa memenuhi hatinya dengan sifat-sifat ilahiah. Hamba yang hatinya dipenuhi sifat-sifat ilahiah akan terwujud ke dalam perilaku yang baik kepada sesama.
Rasulullah berpesan, Takhallaqu bi akhlaqillah (Berakhlaqlah dengan akhlaq Allah). Pesan ini senada dengan firman Allah dalam surah al-Qashah:77, Wa ahsin kama ahsanallah ilaik (Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu).
Perintah untuk berkurban memang hanya sekali dalam setahun. Tapi di sekitar kita ada orang- orang yang tidak tahu harus makan apa hari ini.
Di sekitar kita ada anak-anak yang hanya menatap kawan-kawannya membeli jajanan karena kemiskinan ibunya tak sanggup memberinya uang jajan sekolah.
Ada juga nenek-nenek yang tinggal di gubung reot, di mana setiap hari harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk berjualan agar sekedar bisa makan.
Jika kita binatang, kita akan menyingkirkannya, membunuhnya, karena kemuliaan binatang ditentukan seberapa banyak membunuh yang lain.
Tapi, kita manusia, kan? Itulah mengapa kita harus berkurban. Tidak hanya setahun sekali, tapi setiap hari. Mengapa? Agar kemanusiaan kita tak jatuh ke dalam nafsu kebinatangan.
Sumber: Kemenag




























