
ZNEWS.ID JAKARTA – Jika mendengar nama Nabi Ibrahim, tentu kita ingat bahwa beliau adalah nabi yang diselamatkan oleh Allah dari kekejaman Namruz, seorang raja zalim yang pernah berupaya membakar Nabi Ibrahim hidup-hidup.
Selain peristiwa tersebut, kita juga ingat bahwa beliau adalah nabi yang sangat sabar dalam berdakwah sehingga masuk pada golongan ulul azmi.
Bukan itu saja, beliau adalah nabi yang mampu menjalani ujian yang sangat berat dari Allah, yaitu menyanggupi perintah untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail AS.
Nabi Ibrahim adalah kepala keluarga yang sangat patut dicontoh oleh siapa saja. Beliau adalah kepala keluarga yang mendahulukan ketaatan kepada Allah.
Jika bukan karena mendahulukan ketaatan absolut kepada Allah, mana mungkin beliau sanggup melaksanakan perintah menyembelih anaknya sendiri. Ketaatan ‘ekstrim’ ini tentu karena cinta yang ‘ekstrim’ pula.
Cinta kepada Allah dan rasul-Nya memang harus ekstrim. Ini yang susah. Jika sudah cinta kepada Allah, maka tidak ada cerita untuk membangkang perintah-Nya.
Itulah Nabi Ibrahim, menjadikan cinta dan ketaatan sebagai standar pengelolaan keluarga. Dan, luar biasanya, Nabi Ibrahim memiliki istri dan anak yang juga sangat cinta kepada Allah.





























