
Jika terdapat anak yatim tidak boleh merendahkannya, mencaci maki, dan melakukan perbuatan yang tercela. Meskipun mereka anak yatim, tidak boleh membuat mereka sedih.
Mereka sudah cukup berat dengan kehidupannya, sehingga tidak boleh untuk melakukan perbuatan sewenang-wenang. Alangkah lebih baik kita bersama merangkul anak yatim dan menjaga mereka.
3. Memberi Makan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا
”Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.” (QS Al-Insan 76:8)
Allah SWT mengingatkan hamba-Nya agar senantiasa berbagi rezeki dengan anak yatim berupa makanan. Sebagaimana makanan bergizi yang kita makan, alangkah lebih baik jika berbagi makanan bergizi kepada anak yatim.
Allah SWT pasti memberikan perintah ini agar kita senantiasa bersyukur dan mengajarkan arti berbagi. Berbagi makanan kepada anak yatim tidak akan mengurangi harta kita Justru, Allah SWT akan menggantinya berkali-kali lipat dengan pahala kebaikan.
4. Perbaiki Keadaan Mereka
Allah SWT mengajak umat-Nya agar berlomba-lomba berbuat kebaikan kepada anak yatim. Sebagaimana dalam firman Allah dalam QS Al-Baqarah 2:220:
“Tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik’.”
Melihat kondisi anak yatim yang kehilangan kasih sayang ayahnya karena sudah meninggal, belum lagi terkendala ekonomi, sudah sewajarnya jika kita berbondong-bondong untuk mensejahterakan hidup anak yatim.





























